<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140</id><updated>2011-04-21T22:11:24.899-07:00</updated><category term='Inovasi'/><title type='text'>Selalu Ada Celah</title><subtitle type='html'>Semua ciptaan manusia adalah seperti bangunan berongga. Selalu ada celah menganga yang dapat ditembus dan disempurnakan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-511646305863127498</id><published>2009-07-20T17:59:00.001-07:00</published><updated>2009-07-20T17:59:06.635-07:00</updated><title type='text'>Empat Kunci Memenangkan Persaingan Global</title><content type='html'>Empat Kunci Memenangkan Persaingan Global&lt;p&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Untuk memenangkan persaingan global tidak cukup hanya dengan wacana.&lt;br&gt;Apalagi, wacana tersebut hanyalah sekedar slogan yang menjadi pemanis&lt;br&gt;bibir dalam persaingan politik. Dan juga tujuan pelontaran wacana&lt;br&gt;tersebut kadangkala lebih sering hanyalah untuk saling menjatuhkan&lt;br&gt;tanpa tindakan yang konkrit. Ketika sedang ribut-ribut tentang ekonomi&lt;br&gt;kerakyatan vs neoliberal maka perlu dicermati lebih lanjut apa latar&lt;br&gt;belakang dibalik itu semua. Apakah itu hanya sekedar wacana kosong,&lt;br&gt;permainan kata-kata, perang urat syaraf yang dilontarkan oleh&lt;br&gt;segelintir orang untuk kepentingan pribadi atau golongannya belaka.&lt;br&gt;Daripada meributkan dan dipusingkan oleh istilah-istilah yang&lt;br&gt;dipolitisir tersebut tentu akan lebih baik mengambil contoh-contoh&lt;br&gt;nyata yang telah dilakukan oleh pelaku-pelaku bisnis dunia. Pelajaran&lt;br&gt;yang dapat diambil dari mereka jelas lebih bersifat praktis dan&lt;br&gt;tentunya lebih berpijak di dunia nyata untuk diterapkan guna&lt;br&gt;memenangkan persaingan global.&lt;br&gt;Ada empat kunci yang dapat dipelajari. Kunci pertama yang dapat&lt;br&gt;dipelajari adalah tentang fokus. Bermain di arena tertentu. Memusatkan&lt;br&gt;perhatian dan kekuatan pada titik atau bidang tertentu saja. Karena&lt;br&gt;takkan ada yang bisa menang di semua bidang, di semua hal. Bidang yang&lt;br&gt;dapat dimasuki, dijelajahi untuk bisnis sangatlah luas. Untuk menjadi&lt;br&gt;pemenang, dasar pertama yang diperlukan adalah fokus, yaitu&lt;br&gt;mendefinisikan ruang lingkup bisnis pada bidang tertentu. Tujuannya&lt;br&gt;adalah menjadi yang terbaik di bidang masing-masing.&lt;br&gt;Microsoft fokus di pengembangan software. Sistem operasi Microsoft&lt;br&gt;windows beserta Office-nya mendominasi di ranah PC, Notebook dan&lt;br&gt;Netbook. Meskipun kemudian Microsoft terjun ke bisnis mesin pencari&lt;br&gt;dengan Bing, atau Xbox untuk konsol game, ruang lingkupnya masih tetap&lt;br&gt;diseputar teknologi informasi komunikasi. Google fokus menjadi pemain&lt;br&gt;di layanan internet. Sebagai situs mesin pencari raksasa dunia yang&lt;br&gt;juga menyediakan berbagai layanan lainnya seputar internet seperti&lt;br&gt;email, peta, blog, dan lain sebagainya.&lt;br&gt;Facebook fokus di situs jejaring sosial yang kepopulerannya bahkan&lt;br&gt;mampu menyaingi Google di ranah dunia maya. Dan sebagai akibat&lt;br&gt;perkembangan teknologi, akses internet tidak lagi harus melalui PC&lt;br&gt;atau laptop, saat ini dapat dilakukan melalui ponsel. Sehingga, yang&lt;br&gt;menerima berkah terbesar tentu saja Google, Facebook yang semakin&lt;br&gt;mudah diakses. Bahkan, dari ponsel low end yang berharga murah juga&lt;br&gt;dapat mengakses asalkan telah dilengkapi dengan GPRS. Ini membuat&lt;br&gt;jangkauan kedua situs tadi mampu menjangkau ke berbagai belahan dunia&lt;br&gt;dimana mayoritas pengguna ponsel kebanyakan adalah pengguna ponsel low&lt;br&gt;end. Dengan berfokus pada bidang tertentu yang banyak dibutuhkan oleh&lt;br&gt;pasar / orang banyak maka terciptalah keunggulan secara alami.&lt;br&gt;	Selanjutnya yang menjadi kunci kedua adalah jeli membaca pasar.&lt;br&gt;Mengerti kebutuhan,kemauan pasar. Dalam bidang yang seolah-olah&lt;br&gt;pemainnya sudah sesak dan dikuasai oleh pemain kuat sebenarnya tetap&lt;br&gt;ada celah yang dapat ditembus. Apple menelurkan i-Phone setelah&lt;br&gt;kesuksesan pemutar musik portable i-Pod. Pasar memerlukan pemutar&lt;br&gt;musik yang multifungsi,multimedia, yang dapat digunakan untuk&lt;br&gt;menelpon,browsing internet, dan memutar film serta mendengarkan musik.&lt;br&gt;Untuk pasar yang demikian sudah ada pemain besar seperti Nokia, Sony&lt;br&gt;Ericcson, Samsung dan lain-lain dengan ponsel multimedia&lt;br&gt;masing-masing.&lt;br&gt;Namun, dari semua pemain tersebut anehnya tidak ada yang serius&lt;br&gt;menggarap ponsel multimedia layar sentuh yang nyaman digunakan bahkan&lt;br&gt;dengan sentuhan jari. Inilah yang sebenarnya dibidik oleh Apple&lt;br&gt;melalui i-Phone. Dan hasilnya adalah i-Phone laris manis di pasar&lt;br&gt;meskipun dijual dengan harga yang tidak murah. Pada saat&lt;br&gt;peluncurannya, i-Phone 3GS sebagai generasi terbaru i-Phone sudah&lt;br&gt;mampu menembus angka penjualan 1 juta unit dalam waktu 3 hari.&lt;br&gt;	Hal yang sama juga dialami oleh RIM dengan Blackberry-nya. Pada&lt;br&gt;awalnya membidik pasar korporat dan bisnis dengan layanan pushmail&lt;br&gt;yang bisa terima kirim email langsung dari ponsel. RIM menjual layanan&lt;br&gt;sekaligus perangkatnya meskipun dalam perkembangannya smarphone dari&lt;br&gt;vendor lain (Nokia, misalnya) juga dapat digunakan untuk berlangganan&lt;br&gt;layanan internet Blackberry. Pengguna perangkat dan layanan Blackberry&lt;br&gt;kemudian berhasil merambah pengguna yang lebih luas. Akan tetapi,&lt;br&gt;untuk i-Phone dan Blackberry yang berasal dari kasta smartphone&lt;br&gt;sebenarnya pada awalnya ditujukan untuk pengguna yang smart.&lt;br&gt;Kemudian,akibat publisitas yang cerdik dan perkembangan teknologi&lt;br&gt;jaringan telekomunikasi, trend yang terjadi kemudian adalah pengguna&lt;br&gt;smartphone tidak semata pengguna yang smart melainkan juga pengguna&lt;br&gt;yang belum tentu smart. Kok bisa ? Tentu saja bisa, karena ternyata&lt;br&gt;menurut anggapan konsumen yang tidak smart itu tadi, dengan memiliki&lt;br&gt;perangkat smartphone akan membuat mereka kelihatan smart dan gaya.&lt;br&gt;Meskipun perangkat smartphone itu tidak digunakan secara maksimal.&lt;br&gt;Biarpun harganya tidak murah. Yang penting kelihatan gaya dan keren.&lt;br&gt;Untuk pasar yang seperti ini jelas bukan semata logika yang bermain&lt;br&gt;melainkan emosi. Sehingga disini jelas perlu jeli memenuhi kebutuhan&lt;br&gt;pasar dengan inovasi yang belum dijamah oleh pemain sebelumnya yang&lt;br&gt;sudah ada.&lt;br&gt;	Lalu yang menjadi kunci ketiga adalah menggabungkan kekuatan alias&lt;br&gt;kerjasama. Setelah fokus dan menjadi pemain yang kuat dan&lt;br&gt;diperhitungkan di bidang masing-masing maka perlu mencari sekutu guna&lt;br&gt;memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan untuk dapat terus&lt;br&gt;berkembang dan menjadi pemain bisnis yang tangguh. Nokia menggandeng&lt;br&gt;Intel. Nokia produsen ponsel. Intel produsen prosesor. Keduanya telah&lt;br&gt;sepakat untuk bekerjasama. Gabungan dari kedua pemain yang merupakan&lt;br&gt;pemain pasar terbaik di bidangnya masing-masing tersebut jelas akan&lt;br&gt;memiliki serta menjanjikan potensi yang sangat hebat. Bisa dibayangkan&lt;br&gt;kira-kira bagaimana hasilnya ponsel cerdas yang dapat dihasilkan dari&lt;br&gt;kolaborasi keduanya. Bagi yang paham teknologi bahkan yang awam&lt;br&gt;sekalipun, ponsel Nokia dengan prosesor Intel di dalamnya dapat&lt;br&gt;menjadi jaminan mutu yang dinanti oleh pasar. Penggabungan kekuatan&lt;br&gt;kedua raksasa tersebut jelas akan menghasilkan kekuatan yang lebih&lt;br&gt;besar lagi.&lt;br&gt;	Dan sebagai kunci keempat adalah tiru dan modifikasi. Meskipun bukan&lt;br&gt;yang pertama bukan berarti peluang menang tidak ada. Pemain yang&lt;br&gt;datang kemudian punya peluang mengalahkan pemain yang sudah ada.&lt;br&gt;Pangsa pasar dari situs search engine atau mesin pencari merupakan&lt;br&gt;salah satu jenis situs yang memiliki prospek cerah. Itu sebabnya&lt;br&gt;Microsoft kelihatan ngotot untuk meluncurkan situs mesin pencari Bing&lt;br&gt;untuk mengalahkan Google. Keunggulan dari Bing tersebut terutama&lt;br&gt;adalah pada kemampuan search engine yang digadang-gadang lebih baik&lt;br&gt;dari Google dalam hal ketepatan hasil pencarian. Meskipun mengalahkan&lt;br&gt;Google saat ini masih terasa mimpi bagi Microsoft, Bing sudah berhasil&lt;br&gt;mengalahkan Yahoo dan menempati posisi kedua dalam pangsa pasar search&lt;br&gt;engine.&lt;br&gt;	Nokia meluncurkan Nokia Messaging sebagai layanan pushmail tandingan&lt;br&gt;Blackberry. Meskipun menjadi pemain pendatang baru dalam layanan&lt;br&gt;pushmail, Nokia memiliki peluang sangat besar untuk mengalahkan&lt;br&gt;Blackberry karena cakupan ponsel Nokia yang dapat menggunakan pushmail&lt;br&gt;Nokia Messaging jauh lebih banyak dan berharga lebih rendah dari&lt;br&gt;ponsel Blackberry. Selain itu pada saat ini Nokia meluncurkan layanan&lt;br&gt;tersebut secara gratis. Bandingkan dengan Blackberry yang berbayar.&lt;br&gt;Ambisi Nokia, selain mengalahkan Blackberry adalah menjadikan pushmail&lt;br&gt;sebagai sarana komunikasi menggantikan SMS.&lt;br&gt;	Microsoft dan Nokia tidak menjadi yang pertama dalam bidang search&lt;br&gt;engine dan pushmail. Akan tetapi dengan kemampuan sumberdaya yang&lt;br&gt;dimiliki mereka dapat menerapkan strategi tiru dan modifikasi taktik&lt;br&gt;pesaing. Terutama dengan cara memberikan sesuatu yang belum diberikan&lt;br&gt;oleh pemain pendahulu. Tak perlu repot mencari hal baru. Cukup dengan&lt;br&gt;berusaha memberikan yang lebih baik dan jelas lebih unik.&lt;br&gt;	Dari keempat kunci di atas,yaitu, fokus, jeli membaca pasar dengan&lt;br&gt;inovasi, menggabungkan kekuatan, tiru dan modifikasi, maka jalan untuk&lt;br&gt;memenangkan persaingan global itu sebenarnya selalu terbuka lebar.&lt;br&gt;Tinggal bagaimana menerapkannya agar dapat berhasil guna serta tepat&lt;br&gt;sasaran. Pasar / konsumen baik lokal maupun global selalu menuntut hal&lt;br&gt;terbaik yang sesuai dengan nilai uang / waktu yang mereka berikan.&lt;br&gt;Tidak ada gunanya bicara muluk – muluk tentang sistem ekonomi ini atau&lt;br&gt;sistem ekonomi itu kalau tak dapat memenuhi keinginan pasar / konsumen&lt;br&gt;yang semakin bebas memilih. Konsumen sekarang tak lagi dapat dipaksa.&lt;br&gt;Kalau dipaksa mereka akan lari ke pesaing yang dapat memberikan nilai&lt;br&gt;lebih. Yang perlu dilakukan adalah menjadi perayu yang tulus sehingga&lt;br&gt;pasar / konsumen juga akan menerima dengan senang hati tanpa keraguan.&lt;br&gt;Selamat berbisnis dengan hati.&lt;br&gt;	&lt;p&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI&lt;br&gt;Piasak,Kec.Selimbau,Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;br&gt;(&lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt;) (&lt;a href="mailto:ryandy2008@gmail.com"&gt;ryandy2008@gmail.com&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;HP. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-511646305863127498?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/511646305863127498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/07/empat-kunci-memenangkan-persaingan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/511646305863127498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/511646305863127498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/07/empat-kunci-memenangkan-persaingan.html' title='Empat Kunci Memenangkan Persaingan Global'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-7477502404409429494</id><published>2009-06-19T20:01:00.001-07:00</published><updated>2009-06-19T20:01:44.586-07:00</updated><title type='text'>Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom</title><content type='html'>Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Persaingan bisnis selalu tajam dan keras. Hanya perusahaan  dengan&lt;br&gt;bisnis yang kuat,sehat dan kompetitif yang dapat bertahan. Meskipun&lt;br&gt;sudah kuat dan sehat serta kompetitif tetap akan ada perubahan&lt;br&gt;lingkungan usaha  yang akan memaksa perusahaan untuk mengubah&lt;br&gt;bisnisnya agar tetap sesuai. Bila tidak mampu menyesuaikan dengan&lt;br&gt;perubahan, silahkan minggir karena biasanya keadaan sehat dan kuat&lt;br&gt;tersebut adalah kondisi masa lalu. Masa sekarang apalagi yang akan&lt;br&gt;datang jelas akan berbeda. Telkom termasuk perusahaan yang mengalami&lt;br&gt;hal tersebut. Dari perusahaan yang mempunyai bisnis konvensional&lt;br&gt;melayani komunikasi dengan telepon tetap, kemudian harus dipaksa untuk&lt;br&gt;memikirkan ulang bisnisnya karena munculnya era telekomunikasi telepon&lt;br&gt;bergerak dan internet.&lt;br&gt;Untungnya Telkom sendiri telah melakukan langkah jitu untuk&lt;br&gt;menyelamatkan kelangsungan bisnisnya yang tak dapat lagi bergantung&lt;br&gt;pada telepon tetap yang pada saat ini stagnan bahkan bisa dikatakan&lt;br&gt;semakin menurun. Karena munculnya era komunikasi bergerak maka Telkom&lt;br&gt;membuat anak usaha yang khusus bergerak di bidang komunikasi bergerak&lt;br&gt;yaitu Telkomsel yang khusus bermain di GSM. Langkah ini sukses besar&lt;br&gt;karena pada saat persaingan komunikasi bergerak sudah demikian panas,&lt;br&gt;Telkomsel sudah memiliki 75 juta pelanggan dan dengan demikian menjadi&lt;br&gt;pemimpin pasar komunikasi seluler. Jelas menjadi salah satu penyumbang&lt;br&gt;terbesar keuntungan bagi Telkom. Kemudian ada juga Telkom Flexi yang&lt;br&gt;bermain di arena CDMA. Sehingga untuk area komunikasi bergerak Telkom&lt;br&gt;sudah siap kalau toh akhirnya telepon tetap tidak lagi diminati.&lt;br&gt;Langkah lain yang diambil Telkom adalah meredefinisi bisnis telepon&lt;br&gt;tetapnya dari layanan komunikasi suara menjadi layanan data dengan&lt;br&gt;Telkom Speedy. Pada saat permintaan sambungan telepon rumah semakin&lt;br&gt;turun, jumlah pelanggan Speedy justru semakin bertambah. Apalagi&lt;br&gt;dengan jumlah pelanggan Speedy yang terus bertambah hingga mencapai 1&lt;br&gt;juta orang tentunya ada harapan akan terus bertambah. Dan juga yang&lt;br&gt;harus diingat, calon pelanggan potensial Speedy adalah dari pelanggan&lt;br&gt;telepon tetap yang jumlahnya mencapai puluhan juta pelanggan. Ini&lt;br&gt;artinya ada puluhan juta calon pelanggan komunikasi konvensional yang&lt;br&gt;berpotensi dialihkan ke layanan komunikasi data karena internet yang&lt;br&gt;terus tumbuh pesat.&lt;br&gt;Kemudian untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin menggila&lt;br&gt;ternyata ketahuan bahwa organisasi Telkom sudah kelebihan beban.&lt;br&gt;Karyawan sudah terlalu banyak sehingga kurang efisien dan membuat&lt;br&gt;perusahaan menjadi gemuk  dan lamban dalam merespon perubahan.&lt;br&gt;Karyawan Telkom berjumlah 25.000 orang sedangkan Telkomsel hanya 3000&lt;br&gt;orang tapi dapat menghasilkan keuntungan secara rata-rata lebih besar&lt;br&gt;dari Telkom yang memiliki karyawan terlalu banyak. Telkom lebih banyak&lt;br&gt;merugi dalam hal pembayaran gaji dan ongkos operasional karyawan. Tak&lt;br&gt;terhindarkan memang, jumlah karyawan pun pada akhirnya tetap akan&lt;br&gt;dikurangi sampai tingkat yang paling efisien dan efektif. Karena&lt;br&gt;kelebihan karyawan Telkom jadi mirip gadis cantik yang gembrot karena&lt;br&gt;kebanyakan makan. Apa boleh buat agar dapat tampil menarik lagi tentu&lt;br&gt;harus usaha agar dapat menjadi ramping dan menarik. Intinya adalah&lt;br&gt;perampingan. Dana 800 miliar yang hampir mendekati angka 1 triliun pun&lt;br&gt;disiapkan untuk pesangon karyawan yang ingin berhenti secara sukarela&lt;br&gt;dengan sistem pensiun dini maupun yang memang harus di PHK. Jumlah&lt;br&gt;sekian tentu hanyalah kerugian sementara yang nilainya sebenarnya&lt;br&gt;kecil bila dibandingkan dengan kerugian jangka panjang yang akan&lt;br&gt;dialami Telkom apabila harus terus mempertahankan karyawan yang tidak&lt;br&gt;produktif. Lebih baik rugi sedikit daripada terus mempertahankan&lt;br&gt;karyawan yang justru berpotensi memberikan kerugian yang lebih besar&lt;br&gt;lagi di masa depan.  Ini adalah salah satu langkah berani yang harus&lt;br&gt;diambil Telkom secara konsisten bila ingin terus maju dalam persaingan&lt;br&gt;bisnis .&lt;br&gt;Tentu saja kalau urusan PHK karyawan bukan cuma Telkom sendiri yang&lt;br&gt;harus melakukan hal tidak mengenakkan tersebut. Banyak perusahaan&lt;br&gt;kelas dunia pun terpaksa dan sering melakukan hal tersebut. Sebut saja&lt;br&gt;sebagai contoh adalah Google, Nokia, Facebook, bahkan Microsoft pun&lt;br&gt;juga melakukannya. Itu adalah hal yang lumrah. Pilihan sulit memang.&lt;br&gt;Tapi memang tenaga kerja menjadi salah satu biaya terbesar perusahaan&lt;br&gt;dimana dengan teknologi yang semakin maju, bisnis yang efisien adalah&lt;br&gt;bisnis yang padat teknologi bukan bisnis padat karya. Karena dengan&lt;br&gt;teknologi banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan manusia kini telah&lt;br&gt;digantikan dengan teknologi. Bisnis jaman sekarang dapat dijalankan&lt;br&gt;dengan semakin sedikit orang atau karyawan.&lt;br&gt;Dalam kasus ini Telkom termasuk perusahaan yang beruntung. Dari&lt;br&gt;perusahaan yang dulunya berjaya karena monopoli secara alami, kemudian&lt;br&gt;dapat terus eksis meskipun terjadi perubahan bisnis dimana pemain&lt;br&gt;lebih dari satu sehingga tidak bisa lagi menikmati manisnya  monopoli.&lt;br&gt;Sehingga, dari beberapa langkah Telkom yaitu membuat anak usaha,&lt;br&gt;meredefinisi bisnis konvensionalnya sampai perampingan karyawan ada&lt;br&gt;pelajaran utama yang dapat ditarik. Pelajaran tersebut adalah&lt;br&gt;transformasi bisnis yang tepat dan jitu akan berguna membantu setiap&lt;br&gt;perusahaan dalam menghadapi&amp;#160; tantangan bisnis di masa depan.&lt;br&gt;Lingkungan berubah. Pesaing juga berubah. Keinginan konsumen akan&lt;br&gt;kepuasan yang harus dipenuhi juga semakin tinggi. Tidak bisa&lt;br&gt;menggunakan standar lama. Hanya transformasi bisnis yang sesuai yang&lt;br&gt;dapat membuat perusahaan dapat bertahan serta terus tumbuh dan&lt;br&gt;berkembang karena bila tidak bertransformasi jelas akan mati dengan&lt;br&gt;sendirinya. Sudah hukum alam jika tidak tumbuh atau berubah maka akan&lt;br&gt;mati dengan sendirinya. Tentu tak ada pelaku bisnis baik perusahaan&lt;br&gt;bahkan individu yang ingin mengalami hal demikian. Semua ingin&lt;br&gt;bisnisnya dapat berlangsung selama mungkin. Berubahlah sebelum dipaksa&lt;br&gt;berubah.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Riandi (&lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt;) (&lt;a href="mailto:ryandy2008@gmail.com"&gt;ryandy2008@gmail.com&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak,Selimbau,Kapuas&lt;br&gt;Hulu,Kalimantan Barat,Indonesia.&lt;br&gt;HP. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-7477502404409429494?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/7477502404409429494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/06/transformasi-bisnis-pelajaran-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7477502404409429494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7477502404409429494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/06/transformasi-bisnis-pelajaran-dari.html' title='Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-6874830888568858303</id><published>2009-06-05T20:59:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T20:59:16.243-07:00</updated><title type='text'>Menaklukkan krisis ekonomi dengan teknologi</title><content type='html'>Menaklukkan Krisis Ekonomi dengan Teknologi&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Krisis ekonomi melanda AS dan kemudian pelan tapi pasti berlanjut&lt;br&gt;secara global. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pemulihan. Hanya&lt;br&gt;perasaan optimisme yang membuat mampu bertahan menghadapi krisis&lt;br&gt;tersebut. Menurut kompas penyebab dari krisis ekonomi AS adalah&lt;br&gt;penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan&lt;br&gt;pajak korporasi, pembengkakan biaya perang Irak dan Afghanistan, dan&lt;br&gt;yang paling krusial adalah Subprime Mortgage. Kerugian surat berharga&lt;br&gt;property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch,&lt;br&gt;Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.&lt;br&gt;Kemudian baru-baru ini General Motors sebagai perusahaan pembuat mobil&lt;br&gt;terbesar Amerika juga menyatakan diri bangkrut. Berkas permohonan&lt;br&gt;bangkrut setebal 11 bab itu merupakan sejarah kebangkrutan terbesar&lt;br&gt;ketiga di Amerika setelah runtuhnya lembaga keuangan Lehmann Brothers&lt;br&gt;dan raksasa telekomunikasi WorldCom. Angka penjualan GM menurun&lt;br&gt;drastis akibat dampak krisis keuangan global dan perusahaan itu&lt;br&gt;memperoleh bantuan pemerintah sebesar US$ 20 miliar.&lt;br&gt;Lantas bagaimana dengan di Indonesia? Krisis keuangan yang menimpa&lt;br&gt;Amerika jelas juga berdampak di Indonesia, seperti harga rupiah yang&lt;br&gt;terus melemah, IHSG yang juga tidak sehat, ekspor diperkirakan juga&lt;br&gt;menjadi terhambat karena perusahaan- perusahaan AS akan melakukan&lt;br&gt;politik banting harga. Sehingga banyak yang pesimis bahwa krisis&lt;br&gt;ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997/98 akan terjadi&lt;br&gt;lagi.&lt;br&gt;Akibat krisis ekonomi yang paling merasakan dampaknya adalah para&lt;br&gt;karyawan perusahaan yang terkena imbas krisis ekonomi. PHK tak&lt;br&gt;terhindarkan lagi. Pengurangan karyawan secara besar-besaran dilakukan&lt;br&gt;oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Terjadi pengangguran dimana-mana.&lt;br&gt;Langkah ini sudah jelas pasti akan terjadi cepat atau lambat karena&lt;br&gt;pertumbuhan karyawan perusahaan-perusahaan itu terjadi karena pasar&lt;br&gt;yang tumbuh. Ketika pasar menurun dan terus menurun secara tak pasti&lt;br&gt;pendapatan perusahaan pun terus menurun sehingga PHK tak terhindarkan&lt;br&gt;lagi dengan alasan utama penyelamatan perusahaan.&lt;br&gt;Kemudian akibat lain dari krisis tersebut adalah lemahnya daya beli&lt;br&gt;konsumen sehingga jelas banyak produk yang tidak atau kurang laku di&lt;br&gt;pasar. Konsumen sedang kekurangan uang sehingga pikir-pikir dan&lt;br&gt;pilih-pilih untuk membelanjakan uangnya. Penjualan menurun sudah tentu&lt;br&gt;akibatnya keuntungan juga menurun bagi bisnis. Terjadi efek beruntun&lt;br&gt;yang mirip dengan riak gelombang di air. Yang kalah tidak hanya&lt;br&gt;perusahaan kecil, yang besar-besar pun juga banyak yang terhantam&lt;br&gt;krisis. Ada yang masih bertahan. Banyak yang telah melempar&lt;br&gt;handuk,bangkrut. Akan tetapi meskipun banyak yang kalah tetap ada yang&lt;br&gt;menang di saat krisis. Apple dengan i-Phone, RIM dengan Blackberry&lt;br&gt;merupakan yang menang di saat krisis. Malah memperoleh keuntungan&lt;br&gt;besar karena i-Phone dan Blackberry laris manis di saat krisis.&lt;br&gt;Meskipun banyak yang pesimis, rasa optimis itu tetap selalu ada. Bill&lt;br&gt;Gates memiliki keyakinan kuat bahwa krisis ekonomi dapat ditaklukkan&lt;br&gt;dengan teknologi. Bill Gates juga menyatakan keyakinannya bahwa kita&lt;br&gt;baru berada pada tahap permulaan revolusi teknologi informasi. Itu&lt;br&gt;artinya kesempatan untuk melakukan inovasi pada saat ini malah lebih&lt;br&gt;besar dari sebelumnya. Optimisme tersebut bukan optimisme kosong.&lt;br&gt;Dengan teknologi jelas banyak hal yang dapat dilakukan untuk menunjang&lt;br&gt;proses pemulihan  bahkan pertumbuhan di saat krisis ekonomi.&lt;br&gt;Hal pertama yang menjadi sebab keunggulan teknologi untuk menaklukkan&lt;br&gt;krisis adalah marketing dengan biaya rendah. Dengan teknologi&lt;br&gt;informasi maka salah satu unsur dari bisnis yaitu marketing dapat&lt;br&gt;dilakukan dengan biaya yang lebih rendah dengan daya jangkau yang&lt;br&gt;sangat luas. Internet merupakan teknologi yang justru makin pesat&lt;br&gt;perkembangannya karena krisis. Internet memiliki jangkauan yang lebih&lt;br&gt;luas dari media konvensional seperti televisi dan koran. Pada saat ini&lt;br&gt;ketika anggaran untuk hal lain turun justru kebutuhan untuk memperoleh&lt;br&gt;informasi semakin besar. Orang justru makin tertarik mengakses&lt;br&gt;informasi tentang krisis ekonomi dan berbagai hal lainnya lewat&lt;br&gt;internet.&lt;br&gt; Resesi ekonomi memaksa sebagian rumah tangga memperkencang ikat&lt;br&gt;pinggang. Namun berdasarkan penelitian terbaru bertajuk Digital&lt;br&gt;Families Report yang dibesut operator mobile O2, sekitar 11 juta&lt;br&gt;keluarga di Inggris lebih memilih mengorbankan makanan untuk dihemat&lt;br&gt;ketimbang internet.  Barangkali karena sudah terlanjur cinta mati pada&lt;br&gt;dunia maya, banyak keluarga di Inggris tak rela menghemat pengeluaran&lt;br&gt;untuk internet. Malah mereka lebih memilih mengorbankan pengeluaran&lt;br&gt;untuk makanan saja. Perusahaan-perusahaan pun demikian. Ada kesadaran&lt;br&gt;bahwa informasi merupakan hal yang sangat perlu untuk dapat terus&lt;br&gt;bertahan bahkan tumbuh melewati krisis. Anggaran untuk IT tidak&lt;br&gt;berkurang bahkan banyak yang meningkatkannya agar tetap mampu&lt;br&gt;bersaing. Dengan demikian untuk memasarkan produk menjadi semakin&lt;br&gt;mudah dengan biaya yang semakin murah serta jangkauan yang semakin&lt;br&gt;luas.&lt;br&gt;Hal kedua yang menjanjikan dari teknologi adalah dengan informasi yang&lt;br&gt;memadai maka kemampuan bagi bisnis untuk mengerti kebutuhan konsumen /&lt;br&gt;trend juga semakin tajam dan presisi. Terutama lewat internet dapat&lt;br&gt;diketahui apa yang paling sering dicari orang sebagai trend yang dapat&lt;br&gt;diantisipasi dan dijadikan prediksi. Salah satu keunggulan Research In&lt;br&gt;Motion dengan Blackberry adalah layanan pushmail. Konsumen sejati&lt;br&gt;Blackberry adalah yang mengerti teknologi mempunyai keinginan untuk&lt;br&gt;dapat menerima dan mengirim email dari ponsel yang praktis. Tanpa&lt;br&gt;perlu komputer lagi. RIM mengerti kebutuhan ini dan menyediakan ponsel&lt;br&gt;sekaligus layanan pushmail nya. Konsumen merasakan kemudahan terima&lt;br&gt;kirim email lewat ponsel Blackberry tanpa harus konek ke internet&lt;br&gt;lewat komputer atau laptop yang masih kurang praktis. Terima kirim&lt;br&gt;email dimana saja kapan saja semudah terima kirim SMS menjadi hal yang&lt;br&gt;diinginkan konsumen. Karena RIM mengerti kebutuhan konsumen tersebut&lt;br&gt;jelas tidak heran kalau ponsel Blackberry yang meskipun harganya tidak&lt;br&gt;bisa dikatakan murah alias mahal laris diserbu pembeli. Padahal lima&lt;br&gt;tahun yang lalu ketika email belum booming, menjual perangkat&lt;br&gt;Blackberry susahnya setengah mati. Kalau sekarang lain cerita. RIM&lt;br&gt;sedang menikmati kemenangannya. Bahkan dapat menggerogoti pangsa pasar&lt;br&gt;ponsel cerdas Nokia.&lt;br&gt;Menghadapi Blackberry, satu hal yang merupakan ancaman serius&lt;br&gt;dilancarkan oleh Nokia. Benar-benar ancaman serius karena Nokia pun&lt;br&gt;akhirnya menyediakan layanan pushmail secara gratis. Kemudian dari&lt;br&gt;pilihan ponsel yang dapat menggunakan layanan pushmail ovi mail dari&lt;br&gt;Nokia tadi demikian luar biasa. Mengapa luar biasa, karena pushmail&lt;br&gt;Nokia dapat digunakan pada ponsel low-end berbasis java J2ME Nokia&lt;br&gt;yang harganya relatif murah meriah. Hanya menggunakan ponsel murah&lt;br&gt;sudah dapat  terima kirim email langsung dari ponsel. Apalagi dengan&lt;br&gt;ponsel  mid-end dan high-end Nokia bersistem operasi terbuka Symbian&lt;br&gt;yang harganya bahkan masih lebih murah dari Blackberry, fungsi&lt;br&gt;pushmail lebih maksimal. Disini jelas strategi baru Nokia itu&lt;br&gt;berpotensi besar untuk menumbangkan kejayaan Research In Motion&lt;br&gt;sebagai produsen Blackberry. Dua hal yang tak dimiliki Blackberry yang&lt;br&gt;diserang langsung oleh Nokia. Yaitu, layanan pushmail gratis dan&lt;br&gt;ponsel pendukung yang murah. Sedangkan pushmail Blackberry tidak&lt;br&gt;gratis alias berbayar dengan cara berlangganan lewat operator. Belum&lt;br&gt;lagi harga ponsel Blackberry yang tidak murah. Dua faktor itu tadi&lt;br&gt;yang dengan jitu ditembak oleh Nokia. Jelas untuk ke depan nanti&lt;br&gt;justru RIM yang akan kerepotan bersaing melawan Nokia.&lt;br&gt;Hal ketiga yang menjadikan teknologi sebagai primadona di tengah&lt;br&gt;krisis ekonomi adalah efisiensi, penghematan, efektifitas operasional.&lt;br&gt;Bisnis yang lebih hemat energi, hemat peralatan dan dapat beroperasi&lt;br&gt;lebih cepat,sehingga hemat biaya menjadi salah satu faktor penentu&lt;br&gt;untuk bertahan, tumbuh di saat krisis. Sudah tidak masanya lagi bisnis&lt;br&gt;yang tambun, tidak efisien, boros dan lamban untuk terus hidup.&lt;br&gt;Meskipun memang pada saat sebelum krisis banyak bisnis yang demikian.&lt;br&gt;Karena pertumbuhan ekonomi yang bubble mengakibatkan banyak bisnis&lt;br&gt;yang terkatrol. Entah itu karena pasar itu sendiri ataupun karena&lt;br&gt;proteksi politik. Terjadinya krisis akan menunjukkan siapa sebenarnya&lt;br&gt;yang berbisnis dan siapa yang cuma sebagai penggembira. Bisnis yang&lt;br&gt;tidak layak akan mati sendiri. Krisis ekonomi yang terjadi telah&lt;br&gt;menyingkap kebobrokan yang ada. Sedangkan bisnis yang memang layak&lt;br&gt;akan terus tumbuh. Pasar yang menerima. Bukan akibat katrolan dari&lt;br&gt;politik yang dipaksakan.&lt;br&gt;Pada akhirnya baik itu individu maupun organisasi bisnis akan&lt;br&gt;dihadapkan pada pilihan mau tidak mau harus menggunakan teknologi&lt;br&gt;untuk dapat bertahan serta tumbuh di tengah krisis ekonomi. Jika masih&lt;br&gt;terpaku pada cara lama pola pikir lama maka sudah jelas akan terlindas&lt;br&gt;oleh krisis yang kejam dan tak kenal ampun ini. Pilihan terdapat&lt;br&gt;individu serta organisasi itu sendiri untuk lebih memaksimalkan&lt;br&gt;teknologi guna menaklukkan krisis ekonomi.&lt;p&gt;Riandi (&lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt;) (&lt;a href="mailto:ryandy2008@gmail.com"&gt;ryandy2008@gmail.com&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau,&lt;br&gt;Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;br&gt;Hp. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-6874830888568858303?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/6874830888568858303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/06/menaklukkan-krisis-ekonomi-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/6874830888568858303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/6874830888568858303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/06/menaklukkan-krisis-ekonomi-dengan.html' title='Menaklukkan krisis ekonomi dengan teknologi'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-7241694024029237162</id><published>2009-05-27T16:49:00.001-07:00</published><updated>2009-05-27T16:49:39.330-07:00</updated><title type='text'>Keberanian Untuk Berubah</title><content type='html'>KEBERANIAN UNTUK BERUBAH&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;	Perubahan yang terjadi demikian cepat memaksa orang maupun organisasi&lt;br&gt;untuk berubah. Perubahan terjadi di berbagai bidang baik itu ekonomi,&lt;br&gt;politik, teknologi maupun sosial. Setiap saat setiap waktu ada saja&lt;br&gt;yang berubah. Perubahan itu sendiri mirip dengan arus deras yang&lt;br&gt;mengalir. Jika diam maka akan hanyut terbawa arus. Harus terus&lt;br&gt;bergerak agar tidak terbawa arus. Agar dapat terus sesuai dengan&lt;br&gt;perubahan itu tadi maka diperlukan kemauan dan kemampuan bagi individu&lt;br&gt;ataupun organisasi untuk berubah. Namun meskipun yang namanya&lt;br&gt;perubahan itu begitu mudah untuk dikatakan tetapi relatif sulit untuk&lt;br&gt;dilaksanakan.&lt;br&gt; Google sebagai search engine terbesar pada saat ini bisa saja&lt;br&gt;terancam oleh Facebook. Meskipun Google telah berhasil mengalahkan&lt;br&gt;Yahoo dan Microsoft di bidang mesin pencarian namun ancaman situs&lt;br&gt;jejaring sosial semacam Facebook yang semakin membesar suatu saat bisa&lt;br&gt;saja mengalahkan Google. Facebook baru saja merayakan keberhasilannya&lt;br&gt;merekrut anggota hingga 200 juta orang. Siapa yang menyangka Facebook&lt;br&gt;bisa berkembang sedemikian pesat. Kalau orang-orang Google tidak siap&lt;br&gt;dengan perkembangan ini mungkin bisa saja Google akan mengalami nasib&lt;br&gt;yang sama seperti Yahoo yang telah dikalahkannya.&lt;br&gt;Seringkali timbul pertanyaan untuk menghadapi perubahan itu sebenarnya&lt;br&gt;apa sih yang diubah? Pada dasarnya ada tiga hal yang perlu diubah.&lt;br&gt;Yang pertama adalah pola pikir. Bagaimana cara memandang persoalan.&lt;br&gt;Terkait dengan isi di dalam kepala. Situasi yang berbeda membutuhkan&lt;br&gt;cara pandang, cara berpikir yang berbeda. Tak bisa dipukul rata. Lain&lt;br&gt;persoalan bisa jadi lain pola pikir yang diperlukan. Itu artinya perlu&lt;br&gt;belajar hal-hal yang baru. Berpikir berbeda untuk hal yang baru.&lt;br&gt;Seperti kasus Google tadi, meskipun mungkin tidak semua tapi pasti ada&lt;br&gt;diantara orang-orang di Google yang dihinggapi oleh rasa puas diri.&lt;br&gt;Ada perasaan puas karena berhasil mengalahkan Yahoo dan Microsoft di&lt;br&gt;mesin pencari. Sehingga akan timbul perasaan Google tak mungkin&lt;br&gt;dikalahkan. Kalau di bidang mesin pencari mungkin benar tapi jika&lt;br&gt;lewat situs jejaring sosial maka akan lain ceritanya. Karena ternyata&lt;br&gt;trend orang mengakses internet pada saat ini adalah mengakses situs&lt;br&gt;jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster dan lain-lain.&lt;br&gt;Lebih banyak waktu dihabiskan untuk membuka situs-situs pertemanan&lt;br&gt;tersebut. Jika  tidak ingin dikalahkan oleh Facebook maka Google harus&lt;br&gt;siap-siap berpikir tidak hanya sebagai situs mesin pencari namun juga&lt;br&gt;berpikir seperti situs jejaring sosial itu tadi.&lt;br&gt;Selanjutnya yang kedua yang perlu diubah adalah tindakan. Lain&lt;br&gt;situasi, kondisi tentu membutuhkan tindakan yang berbeda. Tidak sama&lt;br&gt;dengan sebelumnya. Tindakan yang berbeda terasa aneh pada awalnya.&lt;br&gt;Sehingga bertindak untuk berubah itu menjadi berat. Kalau untuk&lt;br&gt;perusahaan raksasa seperti Google sebenarnya bukanlah hal yang sulit.&lt;br&gt;Apalagi dari pengalaman panjang mengalahkan para pesaingnya Google&lt;br&gt;dapat saja melakukan suatu tindakan telak untuk menghantam situs&lt;br&gt;jejaring sosial. Apalagi Google terkenal karena berbagai layanannya&lt;br&gt;yang inovatif. Jika harus menambah satu lagi bidang inovasi yang mirip&lt;br&gt;dengan situs jejaring sosial bukanlah hal yang mustahil bagi Google.&lt;br&gt;Perubahan terakhir yang perlu dilakukan adalah perubahan lingkungan.&lt;br&gt;Meskipun cara pikir dan tindakan sudah tepat kalau lingkungan kurang&lt;br&gt;sesuai maka hasilnya tidak bisa maksimal. Benih yang tumbuh di tempat&lt;br&gt;yang kurang subur tentu berbeda hasilnya bila dibandingkan dengan&lt;br&gt;benih yang tumbuh di tempat yang subur. Pada saat ini dunia sedang&lt;br&gt;berada dalam krisis ekonomi. Lingkungan ekonomi dunia sebagai dasar&lt;br&gt;bagi bisnis sedang dalam kondisi tidak subur bagi perkembangan bisnis.&lt;br&gt;Namun itu bukan berarti bahwa tidak ada harapan. Tetap saja ada&lt;br&gt;bidang-bidang yang dapat terus berkembang meskipun krisis sekalipun.&lt;br&gt;Lingkungan yang subur dapat dicari bahkan diciptakan.&lt;br&gt;Pada dasarnya untuk berubah itu hanya perlu keberanian. Lalu timbul&lt;br&gt;pertanyaan, jika memang hanya perlu keberanian mengapa tidak berani&lt;br&gt;berubah? Hal pertama yang menyebabkan perubahan itu sulit terutama&lt;br&gt;karena ada resiko,yaitu perubahan itu  belum tentu menyebabkan&lt;br&gt;keberhasilan, tak pasti. Bahkan bisa jadi gagal total dibuatnya. Sudah&lt;br&gt;sejak lama ada tekanan bahwa sistem operasi Windows dari Microsoft itu&lt;br&gt;terlalu mahal sehingga menimbulkan pertambahan ongkos yang berlebihan&lt;br&gt;bagi bisnis. Sistem operasi gratis seperti Linux kemudian dikembangkan&lt;br&gt;dan dikampanyekan secara gencar. Secara teori penggunaan sistem&lt;br&gt;operasi gratis akan memangkas biaya, tapi kenyataan yang terjadi&lt;br&gt;adalah justru timbul masalah efisiensi. Banyak software hanya&lt;br&gt;kompatibel terhadap Windows tapi tidak kepada Linux. Kemudian masalah&lt;br&gt;kebiasaan pengguna yang perlu membiasakan diri menggunakan Linux yang&lt;br&gt;membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Pada akhirnya justru ada biaya&lt;br&gt;tak terduga yang justru lebih besar dari sekedar penghematan yang&lt;br&gt;didapat. Akhirnya ya balik lagi ke&lt;br&gt;Windows.&lt;br&gt;Kemudian hal selanjutnya yang merupakan masalah klasik adalah&lt;br&gt;perubahan itu melanggar zona kenyamanan. Mengubah cara pikir,&lt;br&gt;tindakan, lingkungan bukanlah hal yang nyaman untuk dilakukan. Perlu&lt;br&gt;proses penyesuaian. Dan itu perlu waktu. Menanggung rasa tidak nyaman&lt;br&gt;selama waktu yang tak dapat ditentukan itulah yang membuat berubah itu&lt;br&gt; sulit. Dan selama proses itu tadi selalu memunculkan efek tak terduga&lt;br&gt;baik yang diharapkan maupun yang tidak.&lt;br&gt;Untuk memunculkan keberanian maka dapat dilakukan dengan mempersiapkan&lt;br&gt;tiga hal dari hal yang perlu diubah di atas. Pola pikir merupakan&lt;br&gt;salah satu sumber keberanian. Pola pikir dapat dibentuk dengan&lt;br&gt;informasi memadai. Siap dengan informasi karena informasi yang memadai&lt;br&gt;dapat menjadi peta jalan pemandu perjalanan. Kalau peta jalan sudah&lt;br&gt;diketahui tentu akan timbul keyakinan. Meskipun harus berjalan&lt;br&gt;melewati jalan yang gelap dan berkabut. Dengan informasi yang memadai&lt;br&gt;tentunya kejutan-kejutan yang mungkin timbul selama perjalanan akan&lt;br&gt;siap diantisipasi. Apalagi dengan kemudahan mencari informasi lewat&lt;br&gt;internet informasi yang diperlukan sudah tersedia melimpah. Tinggal&lt;br&gt;bagaimana mengolahnya saja. Tinggal tergantung kepada penafsiran.&lt;br&gt;Selain pola pikir tindakan menjadi hal selanjutnya yang perlu&lt;br&gt;diperhatikan. Berani berubah yang artinya berani mengambil resiko&lt;br&gt;didapat dari kebiasaan. Jika terbiasa berubah maka untuk berubah akan&lt;br&gt;mudah, jika tidak terbiasa berubah maka berubah itu menjadi hal sulit.&lt;br&gt;Kemudian ada yang namanya lingkungan sebagai faktor lain yang perlu&lt;br&gt;diubah. Lingkungan yang mendukung perlu dicari. Jika tidak ditemukan&lt;br&gt;maka lingkungan tersebut perlu diciptakan.&lt;br&gt;Meskipun sudah tahu bahwa perubahan itu perlu tetap saja ada individu&lt;br&gt;atau organisasi yang hanya berubah di pola pikir saja. Hanya sebatas&lt;br&gt;konsep. Jika demikian maka pola pikir tanpa tindakan namanya&lt;br&gt;angan-angan. Jika tanpa tindakan tak ada hasil yang diperoleh.&lt;br&gt;Meskipun teori dan konsep yang diketahui demikian canggih. Ini&lt;br&gt;biasanya terjadi justru karena terlalu banyak informasi yang diperoleh&lt;br&gt;sehingga mengakibatkan kebingungan. Kelumpuhan analisis tidak berani&lt;br&gt;bertindak karena bayangan yang muncul dari informasi yang diperoleh&lt;br&gt;begitu mengerikan, menakutkan sehingga malah membuat surut langkah.&lt;br&gt;Berlawanan dengan kelumpuhan analisis ada yang bertindak tanpa&lt;br&gt;pengetahuan yang memadai sama sekali. Untuk apa repot-repot&lt;br&gt;mengumpulkan informasi kalau hasilnya sama saja demikian pikir mereka.&lt;br&gt;Pokoknya hantam saja. Soal hasil dan resiko itu urusan belakangan.&lt;br&gt;Makanya jangan heran kalau kegagalan juga menunggu. Tindakan  tanpa&lt;br&gt;pola pikir ini sama dengan sembrono/ gegabah. Meskipun ada hasil namun&lt;br&gt;tidak maksimal. Karena hanya mengandalkan keberuntungan semata. Lebih&lt;br&gt;mirip dengan judi. Nasib terlalu mahal harganya kalau dijadikan ajang&lt;br&gt;pertaruhan perjudian yang tak jelas. Dengan demikian perlu seimbang&lt;br&gt;antara keduanya. Keberanian bertindak untuk berubah yang&lt;br&gt;diperhitungkan secara masak dengan tindakan berani.&lt;br&gt;Apabila telah berani bertindak untuk berubah maka bagaimanapun&lt;br&gt;kecilnya selalu ada hasil dari keberanian untuk berubah. Dalam setiap&lt;br&gt;perubahan pasti ada peluang. Ini disebabkan karena perubahan itu&lt;br&gt;sendiri mengakibatkan timbulnya hal-hal baru. Terutama untuk&lt;br&gt;menyongsong peluang dari perubahan. Peluang yang hanya bisa&lt;br&gt;dimanfaatkan apabila telah siap. Dan kesiapan itu kadang memerlukan&lt;br&gt;perubahan.&lt;br&gt;Apabila telah berubah maka pesaing akan kebingungan untuk mengikuti.&lt;br&gt;Nokia menurunkan harga ponsel cerdasnya seperti E71 dan 5800 Xpress&lt;br&gt;Music untuk menghadapi persaingan melawan Apple i-Phone, RIM&lt;br&gt;Blackberry serta HTC. Sedikit banyak langkah yang diambil Nokia akan&lt;br&gt;membuat pesaingnya berpikir panjang untuk terus meletakkan harga&lt;br&gt;terlalu tinggi. Kemudian karena bermain harga di kelas menengah maka&lt;br&gt;konsumen yang mencari ponsel cerdas canggih dengan harga terjangkau&lt;br&gt;juga akan dapat dipikat. Apalagi di zaman krisis, konsumen akan lebih&lt;br&gt;berpikir untuk membelanjakan uangnya secara bijaksana. Ponsel cerdas&lt;br&gt;bermerek yang berharga terjangkau dari Nokia dapat menjadi ancaman&lt;br&gt;serius bagi ponsel kelas menengah yang tidak mempunyai fitur setangguh&lt;br&gt;Nokia. Dengan demikian prinsip satu langkah di depan pesaing  karena&lt;br&gt;berani berubah menjadi penentu kemenangan di era perubahan. Lebih baik&lt;br&gt; berani berubah sebelum dipaksa untuk berubah.&lt;p&gt;Riandi (&lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt;) (&lt;a href="mailto:ryandy2008@gmail.com"&gt;ryandy2008@gmail.com&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau,&lt;br&gt;Kapuas Hulu, Kalimantan Barat,Indonesia&lt;br&gt;HP. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-7241694024029237162?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/7241694024029237162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/keberanian-untuk-berubah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7241694024029237162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7241694024029237162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/keberanian-untuk-berubah.html' title='Keberanian Untuk Berubah'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-2158937786435964425</id><published>2009-05-11T17:00:00.001-07:00</published><updated>2009-05-11T17:00:32.377-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Geliat Ponsel China, Siapa yang Untung Siapa yang Buntung?&lt;p&gt;Ponsel China di awal kemunculannya tidak dipandang sebelah mata oleh&lt;br&gt;merek ternama seperti Nokia, LG, Samsung, Motorola, RIM, Apple, Sony&lt;br&gt;Ericcson dan lain-lain. Tidak dianggap sebagai ancaman. Bahkan&lt;br&gt;dianggap lelucon saja. Produk peniru. Mirip dengan kasus produk buatan&lt;br&gt;Jepang dulu. Kemudian, seiring dengan kemajuan teknologi, basis&lt;br&gt;produksi pabrik merek ternama yang sudah berada di China, SDM murah&lt;br&gt;dan berkualitas maka sudah bukan rahasia umum lagi bahwa 8 dari 10&lt;br&gt;ponsel dunia diproduksi di China. Merek ternama kebanyakan hanya&lt;br&gt;tinggal tempel merek saja. Jika sudah demikian pasti akan akan timbul&lt;br&gt;rasa percaya diri oleh manufaktur ponsel di China dan tentunya&lt;br&gt;terpikir untuk mencoba peruntungan dengan memproduksi ponsel sendiri&lt;br&gt;dengan merek sendiri  atau bahkan menjual tanpa merek karena&lt;br&gt;teknologinya sudah mereka kuasai.&lt;br&gt;Hal tersebut dapat disaksikan sendiri melalui ponsel China yang masuk&lt;br&gt;pasar global secara umum atau masuk ke pasar Indonesia secara khusus.&lt;br&gt;Ada yang legal. Baik itu impor langsung dengan mereknya sekalian, atau&lt;br&gt;ditempeli merek lokal. Kemudian ada juga yang secara ilegal  dimana&lt;br&gt;ponsel jenis ini disebut ponsel bandit (Shanzai). Karena istilah&lt;br&gt;shanzai itu sendiri berarti penjahat yang baik hati. Seperti Robin&lt;br&gt;Hood kalau dalam cerita Barat. Ini yang luar biasa karena hanya dengan&lt;br&gt;karyawan kurang dari 10 orang sudah dapat memproduksi ponsel.&lt;br&gt;Bandingkan dengan ponsel ternama yang setidaknya perlu ribuan&lt;br&gt;karyawan. Atau minimal ratusan karyawan.&lt;br&gt;Lawannya adalah merek ternama. Nokia, LG, Samsung, Motorola, RIM,&lt;br&gt;Apple, Sony Ericcson dan lain-lain. Bermain di kelas low-end (harga&lt;br&gt;murah teknologi sederhana), mid-end (harga sedang teknologi sedang),&lt;br&gt;dan high-end (harga tinggi teknologi tinggi) pun ada. Karena pemainnya&lt;br&gt;banyak sudah jelas akibatnya adalah ada yang tersingkir, bertahan,&lt;br&gt;atau terus maju. Tidak hanya produsen ponsel China itu sendiri, bahkan&lt;br&gt;produsen ponsel merek ternama pun mengalami kerugian di saat krisis&lt;br&gt;ekonomi 2009 ini. Sampai-sampai ada yang hampir bangkrut. Namanya&lt;br&gt;bisnis, itu adalah hal yang lumrah-lumrah saja.&lt;br&gt;Tetapi bagaimanapun juga, strategi keunggulan biaya tetap merupakan&lt;br&gt;salah satu strategi yang ampuh digunakan ketika situasi ekonomi sedang&lt;br&gt;krisis global. Daya beli lemah. Konsumen pikir-pikir untuk&lt;br&gt;membelanjakan uangnya. Jelas, konsumen ingin mencari barang&lt;br&gt;semurah-murahnya dengan nilai yang setinggi-tingginya.Kelebihan&lt;br&gt;strategi ini adalah yang pasti pilihan konsumen jadi lebih banyak.&lt;br&gt;Konsumen benar-benar dimanja. Tinggal memilih mana yang sesuai dengan&lt;br&gt;kebutuhan atau keinginan. Kemudian kelebihan lainnya adalah penetrasi&lt;br&gt;pasar relatif mudah. Karena harganya murah. Keraguan konsumen akan&lt;br&gt;mutu juga dapat ditepis. Dengan cara mencoba dulu. Konsumen akan&lt;br&gt;berpikir bahwa dengan harga murah bila ada kejadian apa-apa juga rugi&lt;br&gt;tidak terlalu banyak. Bila ternyata konsumen yang sudah mencoba&lt;br&gt;menemukan dan sudah membuktikan bahwa ponsel murah tersebut ternyata&lt;br&gt;tidak murahan maka akan terjadi promosi dari mulut ke mulut.&lt;br&gt;Keunggulan ponsel dipromosikan oleh konsumen yang puas. Jelas, inilah&lt;br&gt;sebenarnya promosi yang paling ampuh. Dan akhirnya konsumen menjadi&lt;br&gt;percaya sehingga sudah pasti akan terjadi pembelian berikutnya.&lt;br&gt;Kekurangan  dari strategi ini juga pasti ada. Dapat keuntungan yang&lt;br&gt;hanya sedikit itu sudah jelas karena harga murah.  Namun karena&lt;br&gt;targetnya adalah  penetrasi pasar, membiasakan konsumen dengan produk&lt;br&gt;maka meskipun untung hanya sedikit tidak jadi persoalan. Hitung-hitung&lt;br&gt;promosi. Diharapkan bila konsumen puas maka akan terjadi efek viral&lt;br&gt;dimana konsumen yang puas ini akan mengajak konsumen lain untuk&lt;br&gt;membeli. Biar untung sedikit, tapi kalau volume penjualan besar maka&lt;br&gt;akhirnya bisa untung besar juga.&lt;br&gt;Yang  namanya barang baru tentu saja masalah klasik yang timbul adalah&lt;br&gt;masalah after sales yang lemah. Ponsel termasuk barang elektronik yang&lt;br&gt;memerlukan berbagai suku cadang. Casing, baterai merupakan elemen&lt;br&gt;pokok dari ponsel yang menunjang masa pakai ponsel. Meskipun pemakaian&lt;br&gt;sudah hemat sekalipun, casing dan baterai ponsel tetap akan aus&lt;br&gt;dimakan usia. Belum lagi elemen-elemen lain dari ponsel yang bisa jadi&lt;br&gt;akan mengalami kerusakan. Jika suku cadang tersedia, tempat servis ada&lt;br&gt;tentu tidak jadi persoalan. Tapi kalau tidak tersedia tentu runyam&lt;br&gt;urusannya. Ponsel yang seharusnya bisa dipakai dalam jangka waktu yang&lt;br&gt;agak panjang malah jadi barang rongsokan karena ketiadaan suku cadang.&lt;br&gt;Akibatnya adalah mimpi buruk. Komentar buruk dari konsumen yang kecewa&lt;br&gt;yang pasti tersebar dari mulut ke mulut. Atau setidaknya konsumen yang&lt;br&gt;kecewa menjadi jera untuk membeli produk sejenis. Efeknya bisa kena&lt;br&gt;pada merek ponsel China yang benar-benar menjaga mutu. Kena pukul&lt;br&gt;rata.&lt;br&gt;Dari fenomena ponsel murah berkualitas dari China pada awalnya mungkin&lt;br&gt;tidak ada tindakan ketika penjualan ponsel ternama masih bagus. Pada&lt;br&gt;waktu ponsel merek ternama dipalsukan misalnya dengan memberikan nama&lt;br&gt;yang mirip-mirip, misalnya, Samsung menjadi Sumsung, atau Nokia&lt;br&gt;menjadi Nckia, baik pihak produsen ponsel ternama atau konsumen akan&lt;br&gt;senyum-senyum saja. Ada-ada saja akal orang-orang China tersebut pikir&lt;br&gt;mereka. Namun, akibat krisis ekonomi global dan penjualan ponsel&lt;br&gt;ternama mengalami penurunan maka ceritanya akan lain. Langkah secara&lt;br&gt;hukum pasti akan dilakukan. Misalnya dengan menekan pemerintah China&lt;br&gt;untuk menindak produk bajakan. Alasannya adalah pelanggaran hak cipta.&lt;br&gt;Meskipun  sebenarnya ini kurang efektif.  Karena bagi pemerintah&lt;br&gt;China, produk ponsel murah yang mampu bersaing adalah suatu kebanggaan&lt;br&gt;tersendiri. Semangat nasionalisme. Baik itu yang legal maupun yang&lt;br&gt;ilegal. Meskipun yang ilegal tidak memberikan hasil berupa pajak namun&lt;br&gt;setidaknya industri tersebut telah mampu memberikan lapangan pekerjaan&lt;br&gt;bagi banyak penduduk China. Setidaknya akan mampu menolong memacu&lt;br&gt;pertumbuhan ekonomi. Sehingga dapat dianggap bahwa langkah hukum ini&lt;br&gt;menjadi langkah putus asa. Karena, meskipun sudah berhasil menindak&lt;br&gt;ponsel murah bajakan, arah waktu yang telah terlanjur berjalan takkan&lt;br&gt;dapat diputar balik. Konsumen yang sudah terbiasa pada produk murah&lt;br&gt;berkualitas sudah terbentuk. Konsumen jadi semakin pintar dan&lt;br&gt;menuntut. Konsumen akan menuntut barang yang bermutu dengan harga&lt;br&gt;murah tidak sekedar merek terkenal.&lt;br&gt; Jadinya, daripada sibuk tuntut-menuntut secara hukum maka justru&lt;br&gt;langkah lebih terhormat yang dapat dilakukan oleh produsen ponsel&lt;br&gt;ternama adalah bagaimana menghasilkan produk berteknologi mid-end&lt;br&gt;bahkan high-end dengan harga yang lebih terjangkau. Jika harga produk&lt;br&gt;mid-end atau high-end tidak selisih jauh dengan harga produk low-end&lt;br&gt;dan produknya tersedia di pasar maka sudah jelas konsumen akan akan&lt;br&gt;lebih memilih produk mid-end atau high-end.&lt;br&gt;	Dengan adanya fenomena ponsel China jelas menguntungkan konsumen.&lt;br&gt;Karena harga murah kualitas kadang tak kalah dari ponsel ternama.&lt;br&gt;Konsumen untung. Sedangkan produsen ponsel ternama yang terlanjur&lt;br&gt;terlena karena sudah lama menikmati keuntungan karena pasang harga&lt;br&gt;terlalu tinggi akan buntung. Produknya menjadi kurang diminati&lt;br&gt;konsumen karena konsumen merasa antara harga yang dipasang dengan&lt;br&gt;nilai yang diberikan tidak sebanding. Jadi untuk apa dibeli meskipun&lt;br&gt;itu merek terkenal. Sedangkan produk ponsel China sebagai pesaing&lt;br&gt;mampu menawarkan nilai lebih dengan harga yang jauh lebih murah.&lt;br&gt;Konsumen sudah semakin pintar, pilihan sudah semakin banyak. Produsen&lt;br&gt;harus nurut pada kemauan konsumen bila ingin mampu bersaing di saat&lt;br&gt;krisis global seperti sekarang ini. Saatnya introveksi. Kalau tidak&lt;br&gt;maka langkah yang perlu dilakukan adalah siap-siap gulung tikar.&lt;br&gt;Semoga saja tidak terjadi demikian.&lt;p&gt;Riandi  ( &lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt; )   ( &lt;a href="mailto:ryandy2008@gmail.com"&gt;ryandy2008@gmail.com&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau,&lt;br&gt;Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-2158937786435964425?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/2158937786435964425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/geliat-ponsel-china-siapa-yang-untung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/2158937786435964425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/2158937786435964425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/geliat-ponsel-china-siapa-yang-untung.html' title=''/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-6743354521305143647</id><published>2009-05-02T17:31:00.001-07:00</published><updated>2009-05-02T17:31:57.197-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sedikit Lebih Baik Dari Pesaing&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Sedikit lebih baik dari orang lain adalah rahasia sukses dalam bisnis,&lt;br&gt;demikian yang dikatakan oleh almarhum Charles M. Schwab, mantan&lt;br&gt;pemimpin United States Steel Company. Jika dimodifikasi lebih lanjut&lt;br&gt;maka orang lain disini bisa diartikan sebagai pesaing. Dalam semua&lt;br&gt;aspek kehidupan, termasuk bisnis akan selalu terjadi persaingan. Ini&lt;br&gt;terjadi tentu saja karena ada pesaing untuk merebut, mendapat sesuatu&lt;br&gt;yang terbatas. Dalam konteks dunia bisnis tujuan yang hendak dicapai&lt;br&gt;adalah untuk memenangkan persaingan memenangkan hati konsumen. Membuat&lt;br&gt;konsumen jatuh cinta, loyal dan tentu saja akan terus berurusan,&lt;br&gt;membeli produk atau jasa yang dihasilkan dari bisnis. Untuk mencapai&lt;br&gt;itu semua bukanlah hal yang mudah karena ada pesaing yang menimbulkan&lt;br&gt;persaingan yang mau tidak mau harus dihadapi dan disiasati agar bisa&lt;br&gt;menang.&lt;br&gt;Berdasarkan asalnya maka secara garis besar ada dua jenis pesaing yang&lt;br&gt;umum dihadapi dalam bisnis. Jenis pesaing pertama adalah pesaing&lt;br&gt;eksternal. ini adalah pesaing paling umum yang biasanya bersifat&lt;br&gt;langsung. Setiap perusahaan akan menghadapi persaingan dari perusahaan&lt;br&gt;lainnya. Di kelas ponsel pintar, misalnya, Nokia berhadapan dengan&lt;br&gt;Apple, Samsung, Sony Ericcson, RIM, Motorola dan lain-lain. Di&lt;br&gt;persaingan yang seperti ini jelas yang perlu dilakukan untuk menang&lt;br&gt;bersaing adalah dapat memberikan sesuatu yang lebih tinggi nilainya di&lt;br&gt;mata konsumen. Research In Motion (RIM) dengan Blackberry-nya saat ini&lt;br&gt;unggul di penyediaan push mail di saat kompetitornya Nokia justru baru&lt;br&gt;meluncurkan produk serupa yaitu Nokia Messaging.&lt;br&gt; Selain menghadapi RIM Blackberry, Nokia juga punya  lawan tangguh&lt;br&gt;lain yang berhasil memukul Nokia yaitu Apple dengan iPhone-nya.&lt;br&gt;Keunggulan fitur layar sentuh yang sensitif menjadikan iPhone menjadi&lt;br&gt;ponsel dambaan banyak orang karena faktor kenyamanan penggunaannya. Di&lt;br&gt;saat pasar ponsel sedang lesu, iPhone malah laku keras. Padahal&lt;br&gt;harganya tidaklah murah. Langkah Nokia meluncurkan Nokia 5800 Xpress&lt;br&gt;Music pun belum bisa berbicara banyak untuk menghadapi iPhone dari&lt;br&gt;Apple. Meskipun harganya lebih murah. Terutama ketika konsumen&lt;br&gt;membandingkan secara langsung fitur layar sentuh kedua ponsel tersebut&lt;br&gt;yang memang berbeda kelas. Disini jelas sekali bahwa produsen ponsel&lt;br&gt;sebesar Nokia pun bisa kewalahan bersaing karena terlambat&lt;br&gt;mengantisipasi tren baru ponsel yang diusung oleh RIM Blackberry&lt;br&gt;maupun Apple iPhone. RIM dan Apple berhasil memberikan sesuatu yang&lt;br&gt;sebenarnya diinginkan konsumen namun belum atau tidak diberikan secara&lt;br&gt;optimal oleh Nokia. Hanya perbedaan tipis yang justru menimbulkan efek&lt;br&gt;yang sangat luar biasa.&lt;br&gt;Jenis pesaing kedua adalah pesaing internal. Selain menghadapi pesaing&lt;br&gt;eksternal maka dalam bisnis ada juga pesaing internal yang biasanya&lt;br&gt;bersifat tidak langsung. Biasanya yang menjadi pesaing internal adalah&lt;br&gt;produk perusahaan itu sendiri yang sudah sukses pada saat ini. Produk&lt;br&gt;prosesor Intel jika tetap ingin diminati konsumen maka untuk produk&lt;br&gt;selanjutnya harus lebih baik dari prosesor sebelumnya. Meskipun AMD&lt;br&gt;dan Via menjadi pesaing namun ukuran pangsa pasar yang berhasil diraih&lt;br&gt;oleh mereka belum mampu sejajar dengan Intel. Sehingga dengan demikian&lt;br&gt;Intel justru tidak menghadapi pesaing dari luar seperti AMD dan Via&lt;br&gt;itu tadi. Justru yang menjadi pesaing Intel adalah produk Intel yang&lt;br&gt;telah sukses pada saat ini. Agar dapat  terus diterima maka produk&lt;br&gt;Intel selanjutnya harus lebih baik lagi. Jika lebih buruk tentu saja&lt;br&gt;akibatnya tak akan dilirik oleh konsumen.&lt;br&gt; Microsoft dengan Windows juga selalu mengusahakan Windows keluaran&lt;br&gt;selanjutnya lebih baik dari sebelumnya. Apalagi persaingan di sistem&lt;br&gt;operasi komputer masih di dominasi oleh Windows dari Microsoft. Linux&lt;br&gt;sebagai sistem operasi pesaing juga belum mampu banyak berbicara.&lt;br&gt;Penggunaannya juga masih terbatas. Jika Microsoft ingin meluncurkan&lt;br&gt;sistem operasi Windows selanjutnya sudah pasti sudah jelas yang jadi&lt;br&gt;bahan perbandingan adalah versi sebelumnya. Hanya tinggal melakukan&lt;br&gt;penyempurnaan. Jelas, nama besar selain membawa keuntungan untuk lebih&lt;br&gt;mudah diterima konsumen juga membawa beban untuk terus melakukan,&lt;br&gt;memberikan sesuatu yang lebih baik jika ingin tetap unggul.&lt;br&gt;Baik menghadapi pesaing internal maupun internal maka hal pasti yang&lt;br&gt;perlu dilakukan adalah penyempurnaan. Perbaikan terus-menerus. Akan&lt;br&gt;tetapi, dalam rangka melakukan penyempurnaan sebenarnya hanya sedikit&lt;br&gt;hal yang benar-benar baru. Itu kalau dibandingkan dengan produk&lt;br&gt;sebelumnya. Jika benar-benar baru itu namanya revolusi. Jika&lt;br&gt;berkembang perlahan-lahan  disebut evolusi. Lebih mudah berevolusi&lt;br&gt;daripada melakukan revolusi. Bahkan kalau dibandingkan dengan generasi&lt;br&gt;awal, produk evolusi akhir bisa dikatakan sebagai revolusi bagi&lt;br&gt;penemuan awal. Misalnya pada teknologi prosesor. Bila dibandingkan&lt;br&gt;dengan produk awalnya maka perbedaannya dengan generasi prosesor&lt;br&gt;terbaru  bisa dikatakan bagai langit dan bumi. Baik dari segi&lt;br&gt;harga,ukuran maupun kemampuan. Jelas terlihat seperti revolusi. Tapi&lt;br&gt;jika prosesor generasi terbaru dibandingkan dengan prosesor generasi&lt;br&gt;sebelumnya maka perbedaannya juga tidak begitu banyak. Terlihat bahwa&lt;br&gt;generasi baru merupakan evolusi.&lt;br&gt;Hanya dengan melakukan sedikit lebih baik dari pesaing maka dapat&lt;br&gt;dihasilkan perbedaan yang mengarah kepada keunikan dan keunggulan.&lt;br&gt;Pada saat ini bisa dikatakan bahwa strategi yang paling efektif untuk&lt;br&gt;bisnis adalah dengan cara penyempurnaan, melakukan sedikit lebih baik&lt;br&gt;secara bertahap. Terutama karena strategi ini ampuh untuk meminimalkan&lt;br&gt;kecenderungan penolakan konsumen terhadap hal baru meskipun hal baru&lt;br&gt;tersebut mungkin lebih baik. Lebih banyak berdasarkan  kepada yang&lt;br&gt;sudah ada sebelumnya. Dengan melakukan sedikit lebih baik secara&lt;br&gt;bertahap maka dapat diharapkan bisnis yang dapat memuaskan konsumen&lt;br&gt;dapat berlanjut secara kontinyu. Jika bisa berlangsung secara kontinyu&lt;br&gt;maka kelangsungan bisnis yang menjadi impian semua pebisnis dapat&lt;br&gt;terwujud dengan mulus. Hasil yang pasti adalah bisnis yang tak ada&lt;br&gt;matinya.&lt;p&gt;Riandi&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau,&lt;br&gt;Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;br&gt;Hp. 081352471543&lt;br&gt;&lt;a href="http://ryandy2009.blogspot.com"&gt;ryandy2009.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-6743354521305143647?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/6743354521305143647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/sedikit-lebih-baik-dari-pesaing-oleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/6743354521305143647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/6743354521305143647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/05/sedikit-lebih-baik-dari-pesaing-oleh.html' title=''/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-4980272047766985178</id><published>2009-04-23T05:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-23T05:19:31.961-07:00</updated><title type='text'>Strategy Myopia</title><content type='html'>Strategy Myopia&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Jika diartikan secara harfiah ke Bahasa Indonesia maka strategy myopia dapat diartikan sebagai rabun jauh strategi. Hanya bisa melihat dekat. Mirip dengan kondisi mata yang minus (berkacamata minus), yaitu suatu kondisi di mana mata hanya dapat melihat jelas dalam jangkauan jarak baca (25 cm). Lebih dari jarak tersebut benda yang dilihat terlihat kabur. Strategy myopia biasanya terjadi di dunia bisnis, dan juga kerap kali terjadi di dunia politik. Terjadi karena terlalu fokus pada pesaing di depan dan samping yang berada dekat dalam jarak pandang sehingga melewatkan, mengabaikan pesaing yang terletak di luar jarak pandang. Kejadian ini seperti mengendarai kendaraan dengan melihat kaca spion bukan jalan di depan. Orientasinya lebih kepada masa lalu. Kalau jalan di depan mulus dan lurus mungkin selamat. Tapi kalau jalan di depan rusak atau tiba-tiba ada halangan atau tikungan pasti akan lebih banyak celakanya daripada selamat. Disini kaca spion dapat mewakili penggambaran tentang masa lalu. Jangan terpengaruh oleh mitos masa lalu untuk mengatasi persoalan masa kini. Demikian yang dikatakan oleh Harold Geneen, Presiden AT&amp;amp;T. Beliau telah meringkas dengan bijak untuk selalu berorientasi ke masa depan agar tidak mengalami strategy myopia.&lt;br&gt;Andy Groove, Chairman Intel, menulis Only Paranoid Survive. Menulis buku tersebut justru ketika Intel sedang berada di puncak jayanya ketika itu. Ada tiga hal yang dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha Intel. Yang pertama, Beliau melihat salah satu trend global yang sedang terjadi adalah perubahan produk yang cepat. Konsumen akan cepat beralih kepada produk lain yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan nilai yang sesuai. Umur produk yang semakin singkat. Karena kemajuan teknologi ada barang-barang yang akan ditinggalkan pemakaiannya meskipun dulunya sangat laris dan populer. Tergantikan oleh barang-barang yang bisa saja benar-benar berbeda dari barang sebelumnya karena kebiasaan telah berubah. Kemudian yang kedua, ada orang-orang jagoan di perusahaan yang cepat puas diri. Bagaimana tidak, ketika itu Intel sedang berjaya sehingga formula kemenangan yang telah mengantarkan kejayaan Intel akan dianggap sebagai jimat suci yang tidak boleh diganggu gugat. Padahal dari sejarah kita akan tahu bahwa formula kemenangan, resep sukses hanya berlaku karena kondisi lingkungan tertentu. Bila lingkungan, situasi, kondisi berbeda maka formula kemenangan yang dulu unggul akan kehilangan relevansinya. Ketika disadari biasanya sudah terlambat, perusahaan sudah berada di ambang kehancuran. Hal lain yang dilihat oleh Andy Groove adalah kompetisi. Perusahaan lain yang bisa menghasilkan produk lebih baik dan lebih murah. Ini yang benar-benar merepotkan karena yang namanya teknologi itu memerlukan waktu yang lama serta modal yang besar untuk mengembangkannya. Sedangkan meniru produk relatif lebih cepat dan murah. Intel menghadapi peniruan pesaing terhadap produknya padahal Intel telah berinvestasi untuk membuat penemuan tersebut. Jika tidak terus-menerus berinovasi seperti yang kita lihat sekarang maka tentu saja sudah lama Intel terkubur menjadi sejarah. Intel Core2Duo dan Intel QuadCore tidak akan pernah tercipta.&lt;br&gt;Jagdish Sheth mendeskripsikan adanya tujuh penyakit yang menghancurkan perusahaan-perusahaan bagus. Pertama, the &amp;quot;cocoon&amp;quot; of denial. Orang menemukan, mengakui, menghitung, dan malah meninggalkannya. Kedua, the stigma of arrogance. Orang-orang arogan cenderung tidak mau belajar lagi. Untuk apa belajar lagi kalau keberhasilan sudah di genggaman? Kalau hari ini sudah berhasi besok pasti akan berhasil lagi, demikian pikir mereka. Pola pikir seperti ini menganggap belajar itu adalah hanya untuk anak-anak sekolahan. Setelah lulus tidak perlu belajar lagi. Jelas ini sangat keliru. Untuk terus menang dalam pertandingan bisnis dan kehidupan tak ada kata berhenti untuk belajar. Karena kalau berhenti belajar akibat yang pasti adalah kalah. Ketiga, comfort zone. Orang lebih senang berdiam diri bila sudah memasuki tahap mapan. Belajar menuntut perubahan. Perubahan pola pikir itu yang pasti. Terus berubah bukanlah hal yang nyaman untuk dilakukan apabila tidak terbiasa berubah. Keempat, masalah teritori (the territorial impulse). Orang merasa menguasai teritorinya sehingga orang lain tidak boleh masuk. Bantuan dari pihak luar dianggap sebagai tanda kelemahan. Padahal, menerima bantuan bukanlah tanda kelemahan. Justru orang besar di perusahaan besar bersedia menerima bantuan meskipun hanya sekedar saran atau kritikan. Mereka sadar bahwa di era informasi yang luar biasa perkembangannya ini kita tidak mungkin mampu menguasai semuanya sehingga perlu adanya pembagian tugas. Orang-orang yang memiliki kemampuan yang berbeda bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama dengan cara meminimalkan kelemahan masing-masing.&lt;br&gt; Kelima, obsesi terhadap volume (the obsession of volume). Orang terobsesi memiliki sebanyak-banyaknya dan menguasai seluas-luasnya. Termasuk menguasai negara, pulau, dan dunia. &amp;quot;Jadi, larinya ke market share dan menjadi pelaku yang dominan di pasar. Padahal bukan pelaku dominan dari segi kekuasaan, tapi dari segi keuntungan yang akan menikmati kemenangan,&amp;quot; katanya. Keenam, ketergantungan pada kompetensi yang sudah tidak cocok lagi dengan zaman (the curse of incumbency). Misalnya, dulu negara komunis mempunyai orang-orang yang tergantung pada cara berpikir komunis. Sekarang yang terjadi sudah serba paradoksal. Partainya komunis, tapi cara berpikir orang-orangnya kapitalis. Orang komunis saja sudah sadar kalau ideologi komunis tidak cocok lagi untuk bersaing di era global dan informasi. Kalau dulu ideologi komunis mungkin berhasil, kalau sekarang mungkin cuma jadi bahan tertawaan diam-diam. Jadi, kita tidak bisa mengandalkan kemampuan-kemampuan kita di masa lalu. Ketujuh, ada kecenderungan orang melihat pasar secara sempit (the threat of myopia). Padahal pasar itu sedemikian luas sehingga strategi yang diperlukan juga kadangkala tidak baku pada suatu pasar tertentu yang belum tentu dapat diterapkan pada pasar lainnya.&lt;br&gt;Bila terkena strategy myopia maka biasanya ada dua yang terjadi. Pertama adalah kurang percaya diri sehingga tidak sadar akan kekuatan yang dimiliki, lawan terlihat sangat kuat sehingga terasa tidak mungkin dikalahkan. Jadinya putus asa. Atau sebaliknya yang kedua, arogan, terlalu percaya diri sehingga menjadi gagal mengenali kelemahannya. Semua lawan terlihat seolah-olah enteng sehingga menjadi lengah. Jelas tidak ada persiapan ketika saingan melesat secara tiba-tiba. Baik kurang percaya diri atau terlalu percaya diri, keduanya dapat berakibat sama fatalnya dalam era perubahan yang sedemikian cepat. Rhenald Kasali seorang pakar manajemen kita mengatakan bahwa konsep lama itu perlu, tapi tak mencukupi. Konsep lama adalah pelengkap bagi konsep baru dimana jelas sekali kalau konsep baru akan terus berkembang seiring dengan perubahan yang ada. Orang bijak berkata, bacalah tanda-tanda zaman bila ingin tetap hidup. Tanda-tanda jaman itu pada saat ini dapat dengan mudah dicari karena era informasi terutama internet telah mempermudah itu semua. Informasi menjadi mudah serta murah, tapi tidak dengan kemampuan mengelolanya. Orang atau perusahaan yang mempunyai kemampuan mengolah informasi sehingga dapat menghasilkan keputusan yang jitu akan memenangkan persaingan baik lokal maupun global.  Dapat juga direnungkan strategi perang yang ditulis oleh Sun Tzu dalam bukunya yang berjudul Art of War. Semuanya ada 13 strategi. Namun bila diringkas ada tiga pokok. Yaitu, mengenal diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana kita bertarung agar tidak terjebak dalam strategy myopia.&lt;p&gt;Riandi&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;br&gt;Hp. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-4980272047766985178?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/4980272047766985178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/strategy-myopia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/4980272047766985178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/4980272047766985178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/strategy-myopia.html' title='Strategy Myopia'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-7271749763941022763</id><published>2009-04-20T16:12:00.001-07:00</published><updated>2009-04-20T16:12:05.297-07:00</updated><title type='text'>Cerdas menyikapi perubahan</title><content type='html'>Cerdas Menyikapi Perubahan&lt;br&gt;Oleh : Riandi&lt;p&gt;Perubahan merupakan hal yang pasti terjadi. Tidak dapat dihindari. Siapa yang tanggap terhadap perubahan dan mampu menyiasatinya akan menjadi pemenang. Sedangkan yang tidak tanggap terhadap perubahan akan tertinggal menjadi sejarah dan kenang-kenangan. Semuanya berubah tak ada yang pasti. Kepastian yang ada hanyalah perubahan itu sendiri bahwa segala hal di dunia ini pasti akan mengalami perubahan. Jika tak mampu mengimbangi perubahan maka yang ada hanyalah tinggal menunggu tergilas perubahan. Sungguh menyakitkan. Kemenangan dan kejayaan masa lalu menjadi tidak berarti. Meskipun demikian perubahan tidak harus ditakuti, bahkan harus dihadapi dengan bijaksana karena dalam perubahan  selalu terdapat peluang bagi siapapun untuk tumbuh dan berkembang.&lt;br&gt;Ada macam-macam strategi yang dimungkinkan untuk menghadapi perubahan. Tidak ada yang baku semua tergantung situasi. Justru kalau terjebak dengan aturan baku tidak akan menjadi fleksibel. Terlalu kaku akhirnya tak mudah berubah. Harus lentur. Sekarang adalah era informasi. Syarat untuk dapat tetap maju dan bertahan adalah mau tak mau harus akrab dengan informasi. Berburu informasi merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan. Rajin mencari tahu ada perubahan apa dan apa yang terjadi dengan perubahan ini. Informasi bisa diperoleh dari dalam perusahaan (manajemen puncak,tenaga ahli, staf dan departemen Riset &amp;amp; Pengembangan) maupun dari luar (analis independen, konsumen, pemasok, distributor, dan sumber lain). Internet dapat menjadi salah satu sumber utama pada saat ini. Dengan menggunakan search engine Google hampir semua informasi yang dibutuhkan secara garis besar dapat diperoleh dengan gratis. Sedangkan untuk perkembangan aktual dapat dipantau melalui media televisi, koran, serta situs berita online yang juga gratis. Kecuali biaya koneksi internet yang relatif. Bisa gratis bisa pula tidak. Gratis kalau numpang. Berbayar kalau pakai jalur koneksi sendiri. Dengan tarif internet dan telekomunikasi yang cenderung turun biaya informasi dari internet juga semakin hari semakin murah mendekati gratis. Ukuran organisasi bahkan besar kecilnya modal tidak lagi terlalu menjadi faktor penentu dalam akses memperoleh informasi. Disini juga terjadi persaingan. Penyedia jasa informasi komunikasi juga akan semakin menurunkan tarif jasa mereka agar konsumen tidak lari ke penyedia jasa lain yang berani menawarkan jasa yang lebih baik dan lebih murah. Dengan demikian maka perkembangan dan perubahan yang terjadi di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, pasar dan teknologi dapat sama-sama dipantau secara relatif lebih adil. Tergantung lagi kemudian kemampuan masing-masing untuk dapat menafsirkan informasi tersebut &lt;br&gt;Setelah informasi diperoleh maka informasi itu baru akan berguna apabila informasi itu dapat mengubah asumsi yang keliru. Warisan dari masa lalu. Bahwa masa lalu belum tentu akan sama dengan masa sekarang apalagi masa yang akan datang. Harus berani berubah dari hanya sekedar ciptakan dan jual menjadi mampu merasa dan merespon kebutuhan konsumen. Disini yang diubah adalah pola pikir dan aset pengetahuan yang dimiliki. Dimana yang diprioritaskan adalah konsumen. Inilah yang dilakukan oleh perusahaan yang berhasil. &lt;br&gt;Agar jeli memanfaatkan perubahan maka tentu saja harus mampu mengidentifikasi keunggulan pokok yang dimiliki yang tidak dimiliki oleh pesaing. Keunggulan pokok disini adalah hal-hal unik yang dimiliki yang dapat dimanfaatkan yang tidak dimiliki atau bahkan sulit ditiru pesaing. Namun dengan syarat bahwa keunggulan tersebut bernilai di mata konsumen. Kalau tidak bernilai tentu saja tidak akan mempunyai arti apa-apa sekalipun unik.&lt;br&gt;  Kemudian dengan sumber daya yang ada harus dapat menjawab kebutuhan, keinginan, harapan konsumen. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen/pasar itu yang harus dipenuhi, bukannya menawari sesuatu yang tidak dibutuhkan. Alasan konsumen membeli sesuatu adalah karena sesuatu itu dapat memecahkan masalahnya. Pilihan konsumen sudah sedemikian banyak. Tak dapat dipaksa. Kesalahan bukan pada konsumen melainkan pada perusahaan yang tidak tanggap terhadap maunya konsumen. Jelas, kalau sudah terjadi demikian tentu konsumen akan mengucapkan  good bye pada produk atau jasa perusahaan yang tidak sesuai kebutuhan mereka.&lt;br&gt;Dengan strategi yang tepat maka menghadapi perubahan itu dapat dilakukan dengan cerdas. Bahkan dapat menjadi batu loncatan untuk maju menjadi pemenang di babak berikutnya di era perubahan yang selalu terjadi. Dimana karena ada perubahan akan terjadi seleksi alam yang menyebabkan para pesaing berguguran sehingga pemain yang ikut bermain dalam kancah persaingan juga semakin sedikit. Jika pesaing sudah sedikit tentu itu berarti peluang semakin besar. Selamat berjuang di era perubahan.&lt;br&gt;	&lt;br&gt;Riandi&lt;br&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia&lt;br&gt;Hp. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-7271749763941022763?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/7271749763941022763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/cerdas-menyikapi-perubahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7271749763941022763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/7271749763941022763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/cerdas-menyikapi-perubahan.html' title='Cerdas menyikapi perubahan'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-2333746481828553743</id><published>2009-04-18T11:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T11:34:30.841-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Problem Solver  Oleh : Riandi&lt;p&gt;   	Salah satu rahasia sukses adalah menjadi solusi bukan menjadi problem. Demikian yang dikatakan oleh Shiv Khera seorang motivator terkenal. Menjadi problem itu mudah. Mencari solusi itu yang susah. Setiap masalah dapat dipecahkan dengan berbagai cara yang berbeda. Atau dengan kata lain masalah itu dapat dicari solusinya dalam keadaan apapun. Problem solver. Pemecah masalah. Karena dalam masalah itu ada peluang. Itu kunci dasar untuk sukses. Salah satu rahasia. Memenuhi kebutuhan orang lain terlebih dahulu baru secara ajaib kebutuhan kita sendiri akan terpenuhi. Semuanya berhubungan dengan manusia. Memberikan terlebih dahulu baru kemudian menerima. Bukan sebaliknya. Terima dulu baru memberi.  	Di dunia ini ada dua jenis manusia. Yang menjadi problem dan yang menjadi solusi atau pemecah masalah dari problem tersebut. Google melayani demikian banyak orang dengan layanan-layanan spektakulernya yang menjangkau jutaan orang. Dari Google Search yang paling top di muka bumi, lalu Youtube yang semakin berkibar sampai ke Google Earth yang bahkan sampai mampu menelanjangi tempat penyimpanan rudal nuklir Inggris.  	Lalu ada Apple yang legendaris dengan produk iPhone – nya. Meskipun iPhone  ditawarkan oleh Apple dengan harga relatif mahal iPhone  mampu memukau jutaan orang yang  seakan berlomba guna memilikinya. Sampai rela antri. Kemudahan pengoperasian layar sentuh iPhone dan kecepatan browser Safari lah yang menjadi  penyebab itu semua.   	Jepang juga dapat dijadikan contoh. Setelah hancur lebur di bom atom oleh sekutu Jepang dapat bangkit dengan industrinya.Selanjutnya telah menjadi sejarah. Jepang dapat bangkit menjadi negara industri maju yang makmur. Coba bayangkan bagaimana dunia ini jadinya kalau tidak ada mobil, motor, televisi serta berbagai jenis barang lainnya buatan Jepang yang berkualitas namun berharga relatif terjangkau?   	Lalu apa yang dilakukan oleh orang banyak? Mengeluh menyalahkan orang lain, pemerintah. Menganggap bahwa terjadi konspirasi global sehingga yang miskin semakin miskin yang kaya semakin kaya. Padahal kenyataannya tidak demikian. Jika kita ikuti perkembangan informasi dengan jujur dan mau membuka wawasan kita yang sempit, maka penyebab sebenarnya mengapa yang kaya makin kaya cuma satu. Siapa yang dapat memecahkan persoalan bagi jutaan orang dan tahu cara menjualnya itulah yang menjadi orang yang semakin kaya. Karena dasar dari kapitalis sejati adalah orang yang melihat masalah orang banyak kemudian memecahkan masalah itu. Melihat masalah sebagai peluang bukan sebagai bencana. Sebagai imbalannya wajar kalau kehidupan membayar mereka dengan kelimpahan, kekayaan materi. Dan mereka yang makmur telah melakukan itu.  	Sementara itu, yang miskin akan semakin miskin jika tidak mengubah cara berpikir. Melayani orang lain terlebih dahulu. Memikirkan bagaimana caranya membuat hidup lebih baik bagi orang banyak. Jujur saja, cobalah bandingkan apakah selama ini negara yang tertinggal sudah cukup melakukan sesuatu yang berguna bagi orang banyak? Jika tidak atau belum maka hari ini adalah saatnya Anda mulai melakukan itu. Menjadi orang atau bangsa yang melakukan hal yang bermanfaat bagi banyak orang. Membuat hidup lebih baik. Bukan jadi orang atau bangsa peminta-minta yang tidak pernah berbuat untuk membantu orang banyak tapi merasa dirinya lah yang paling benar dan terus menuduh bangsa lain telah mencuranginya sehingga mereka terpuruk. Sungguh cara berpikir yang sebenarnya sangat ganjil. Jadi wajar sebagai imbalannya dunia pun sedemikian pelit. Seolah-olah kemakmuran itu hanya untuk mereka-mereka yang tinggal nun jauh disana. &lt;p&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak,Selimbau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Indonesia.  Hp. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-2333746481828553743?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/2333746481828553743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/problem-solver-oleh-riandi-salah-satu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/2333746481828553743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/2333746481828553743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/problem-solver-oleh-riandi-salah-satu.html' title=''/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9140122482789164140.post-208488779737828472</id><published>2009-04-15T16:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T16:57:08.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inovasi'/><title type='text'>Inovasi saja tidak cukup</title><content type='html'>Inovasi Saja Tidak Cukup&lt;br /&gt;Oleh : Riandi&lt;br /&gt;  Inovasi untuk hal baru merupakan hal yang baik. Namun ada banyak inovasi yang belum tentu dapat diterima oleh  pengguna meskipun inovasi itu berhasil menciptakan sesuatu yang dapat membuat berbagai hal menjadi lebih baik.Keyboard QWERTY diciptakan untuk memperlambat kecepatan mengetik.Ketika itu mengetik masih menggunakan peralatan mekanis yang tak mampu menampung kecepatan mengetik sehingga jarum-jarum mekanis mesin ketik saling berbenturan. Karena itulah pada tombol ketik QWERTY justru huruf yang sering dipakai diletakkan saling berjauhan dan diusahakan hanya terjangkau oleh jari yang lemah.Inovasi menggunakan tombol ketik DVORAK telah dibuktikan mampu mempercepat kecepatan pengetikan dengan cara mengumpulkan huruf yang sering dipakai berdekatan.Saat ini pengetikan telah menggunakan komputer.Tapi anehnya tombol ketik susunan QWERTY masih terus dipakai hingga kini meskipun kurang efisien. Hal ini karena sudah terlanjur sehingga sulit untuk diubah. Perlu waktu lama dan biaya yang sangat tinggi untuk mengubah peralatan secara fisik dan keterampilan mengetik yang sudah terlanjur menggunakan QWERTY.Jadi mungkin untuk selamanya hal itu akan dibiarkan saja.&lt;br /&gt; Untuk sistem operasi yang digunakan di Netbook Microsoft mendapat untung tak terduga dari konsumen yang terbiasa menggunakan Windows. Beralih menggunakan sistem operasi Linux yang gratis kurang nyaman karena kurang terbiasa. Akhirnya konsumen kembali lagi ke Windows meskipun tidak gratis.Sehingga walaupun pada awalnya Windows kalah di Netbook namun kemudian situasi menjasi berbalik dimana sistem operasi Windows mendominasi sistem operasi untuk Netbook.&lt;br /&gt; Meskipun kadangkala inovasi saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan lama yang telah mendarah-daging namun bukan berarti inovasi tidak perlu dilakukan. Inovasi adalah kata wajib yang harus dilafalkan jika ingin terus mencapai kehidupan yang lebih baik. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan agar inovasi dapat diterima. Dimana masing-masing strategi tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.&lt;br /&gt; Strategi yang pertama adalah dengan membuat jaringan sendiri agar inovasi tersebut dapat diterapkan. Internet merupakan hal yang baru pada waktu ia diciptakan dan mulai diterapkan. Masalahnya terletak pada jaringan yang belum memadai dan masih terbatas. Perlu waktu puluhan tahun agar internet dapat diterima secara luas. Ini adalah contoh inovasi merombak yang sukses Sekarang mungkin kita tak bisa hidup tanpa internet, kalau dulu? &lt;br /&gt; Hal lain yang dapat dilakukan sebagai alternatif strategi yang kedua adalah dengan cara memanfaatkan jaringan, sistem yang sudah ada. Cara ini relatif lebih rendah resikonya untuk ditolak oleh konsumen. Google, Yahoo, Facebook,Youtube menjadi demikian populer dalam waktu yang relatif singkat karena mendompleng sistem yang sudah ada yaitu internet. Jadi, semakin banyak pengguna internet, semakin berkembang jaringan yang terhubung ke internet maka situs-situs dunia maya tersebut juga akan semakin berkibar dan berjaya. Sehingga timbul pertanyaan apakah Google yang membuat internet maju atau internetlah yang membuat Google berkembang?  Persis dengan pertanyaan ayam dulu atau telur dulu yang muncul.&lt;br /&gt; Alternatif lain lagi yang dapat membuat inovasi tak dapat ditolak oleh konsumen adalah dengan cara menjadi pelengkap atau tambahan bagi sistem yang sudah ada. Jadi inovasi yang dilakukan tidak merombak sistem yang telah ada melainkan membuatnya semakin sempurna. &lt;br /&gt; Pertempuran antara Long Term Evolution (LTE) dengan Wimax sebagai  inovasi sarana komunikasi generasi ke-empat (4G) dapat menjadi contoh yang sangat menarik. Sama-sama memiliki keandalan teknologi masing-masing yang hampir serupa yaitu kecepatan tinggi dan efisiensi spektrum yang lebih baik sehingga biaya komunikasi menjadi lebih murah dan dapat mencapai daerah jangkauan yang lebih luas.Mempunyai dua kubu fanatik yang akan berusaha membela dan mengembangkannya. Namun, ada satu hal yang membuat LTE akan lebih unggul di masa mendatang. Jika Wimax harus membuat jaringan baru, maka LTE tidak perlu melakukan itu karena teknologinya yang berbasis pada teknologi GSM yang sudah ada dan mapan. Hasilnya tentu saja operator telekomunikasi sebagai pihak penyelenggara jasa telekomunikasi akan lebih memilih LTE dibanding Wimax. Dengan LTE pihak operator tidak perlu mengubah jaringan yang sudah ada, cukup menambah sistem LTE pada jaringan GSM yang sudah ada. Dengan demikian pelanggan 2G dan 3G yang menjadi mayoritas pelanggan komunikasi dapat tetap menggunakan peralatan lama mereka sambil menunggu waktu untuk menggunakan perangkat 4G. Sederhana sekali bukan?&lt;br /&gt; Dengan demikian maka yang perlu diperhatikan untuk menerapkan inovasi adalah kesiapan pasar untuk menerimanya. Inovator perlu trengginas agar tidak tergilas dan perlu bijak agar tidak terinjak. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;Riandi&lt;br /&gt;Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak, Selimbau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;HP. 081352471543&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9140122482789164140-208488779737828472?l=ryandy2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryandy2009.blogspot.com/feeds/208488779737828472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/inovasi-saja-tidak-cukup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/208488779737828472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9140122482789164140/posts/default/208488779737828472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryandy2009.blogspot.com/2009/04/inovasi-saja-tidak-cukup.html' title='Inovasi saja tidak cukup'/><author><name>Riandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04755266009806320396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
